Sabtu, 18 Juli 2009

serial shita eps. shita dan bangunan eropa bag. 3

gadis itu....
ia berwajah putih bersih. belum lagi senyum yang ia sunggingkan yang menawan ala bangsawan. ku dekatkan tubuhku ke gadis itu. ku sentuh tangan gadis itu.
'hangat, ia meninggal belum lama' pikirku.
kulihat gadis itu. mataku tertuju pada sepatunya. berwarna emas dengan aksen bunga - bunga kecil 3 dimensi berwarna perak di pinggir - pinggir sepatu itu. belum lagi hak tinggi yang ada di sepatu itu. tingginya sekitar 10-20 cm. aneh jiuka di pedesaan memakai sepatu berhak tinggi.
setelah puas aku melihat sepatunya. aku beralih pada baju gadis itu. long dress lengan panjang berwarna putih tulang dengan aksen bordir berbentuk bunga menggunakan benang berwarna emas. setelah melihat pakaian gadis itu. aku beralih pada rambut gadis tersebut. kusibak poninya. lagi - lagi aku terkejut. di pelipis gadis itu ada bekas tembakan. di rambutnya ada jepitan berwarna perak berbentuk bunga. kini aku tahu satu hal tentang gadis itu. gadis itu identik dengan bunga. setelah aku puas dengan gadis itu. aku berjalan menuju salah satu lemari di kamar itu. pintu kamar itu berwarna merah ke-coklata. aku berpikir itu pasti lemari baju. akupun membuka lemari itu. ternyata dugaanku tidak salah. isi dari lemari itu adalah baju - baju dress ala eropa dan pastinya beraksen bunga. di bawahnya ada sepatu dengan model hiasan yang sama dengan bajunya. di sebelah baju dan sepatu itu ada aksesoris beraksen yang sama dengan baju dan sepatu tadi*. akupun tertarik dengan salah satu dress yang ada di lemari itu. dress lengan pendek berwarna biru-lavender yang dimainkan dengan warna putih dan dengan aksen bordir bunga berwarna perak. aku ambil juga sepatu dan aksesoris yang sama dengan baju itu. sebisa mungkin aku jaga agar tidak terkena darah. lalu aku masuk ke kamar mandi di kamr itu untuk mengganti pakaianku dengan dress yang tadi. ketika aku keluar, aku merasakan ada hal aneh pada diriku. aku merasakan panas membakar seluruh tubuhku. serasa aku dihipnotis. badan ku jatuh ke lantai kamar itu.

ada apa dengan Shita? mau tahu selanjutnya..
tunggu bag.4

see you

SHITA

serial shita eps. shita dan bangunan eropa bag. 2

kulangkahkan kakiku memasuki kamar tadi. aku terkejut bukan main saat menginjakkan kaki di kamar tersebut. sepatu pantofel putihku berubah jadi berwarna merah darah. lantai kamar itu di penuhi dengan warna darah. tiba - tiba pintu kamar itu tertupup. aku berlari menuju pintu itu.
'Tak bisa dibuka' kataku dalam hati.
akupun terkurung di dalam kamar itu. aku berputar balik. lagi - lagiu kusapu pandangan ku ke dalam kamar itu. dan aku kaget lagi. sekarang bukan hanya darah, tetapi tubuh - tubuh manusia tak bernyawa tergelat di sana - sini. dan lagi, tangan, kepala, badan, kaki saling terpencar tidak beraturan. apalagi bersatu. aku mundur ke belakan dan badanku menempel di tembok. bajuku yang berwarna biru muda ikut terkena darah. ternyata bukan hanya di lantai. di tembok pun juga ada darahnya. ku sapu lagi pandanganku ke kamar itu. mataku terhenti pada tempat idur yang ada di kamar itu. tempat tidur itu berwarna merah muda. di atasnya terbaring gadis muda yang menurutku gadis bangsawan eropa. dan aku yakin kini ia tidak lagi bernyawa. gadis itu mempunyai rambut pirang keemasan, long dress berwarna putih tulang membalut tubuh gadis itu. dan kalian tahu kenapa aku bilang ia sudah tak bernyawa? karena dress yang di pakainya terkena banyak sekali darah. belum lagi pisau yang menancap di perut gadia itu. dan yang paling aneh, dari sekian banyak mayat yang ada di kamar ini. hanya mayat gadis itulah yang tidak terpencar - pencar.
kuberanikan diri mendekati gadis itu. aku terkejut bukan main saat berada di dekat gadis itu.
gadis itu....


hayo...
penasarankan? ada apa sama gadis itu? siapa gadis itu?
tunggu bagian 3 ya....

SHITA

Jumat, 17 Juli 2009

serial shita eps. shita dan bangunan eropa bag.1

bandung, 1 agustus 20xx, 05.00

pagi ini kulangkahkan kakiku menuju suatu bangunan yang menurut teman - temanku aneh. tak aku pedulikan hawa dingin yang menusuk hingga tulang rusukku. setelah sekitar 15 menit aku berjalan. sampailah aku pada sebuah bangunan. bangunan yang terkesan mewah itu serasa aneh ada di daerah pedesaan ini. ku pandangi bangunan itu. gaya mewah ala eropa dengan warna kuning muda yang telah pudar dipadu dengan warna abu - abu pekat bak warna jalan raya membuat bangunan itu terlihat tua. tak ku pedulikan hal itu. setelah sekian lama aku mematung di depan gerbang bangunan itu, aku memberanikan diri memasuki bagian halaman bangunan itu.

KRIETT..

suara gerbang bangunan itu saat kudorong. menunjukkan betapa todak terawatnya bangunan ini. aku berjalan melewati halam rumput ilalang menuju pintu utama bangunan itu. aku terpaku di tempat saat sampai didepan pintu utama bangunan itu. pintu kayu itu menjulang tinggi dengan aksen ukiran bergaya jawa di pinggirnya. seakan memang menunggu kedatanganku, pintu itu tiba - iba terbuka dengan sendirinya. tiba - tiba aku seperti diseret memasuki bangunan itu. akhirnya aku telah sampai di dalam bangunan itu. gaya eropa sangat kental berada di bangunan itu. tetapi ada yang aneh. aku mencium bau anyir seperti darah dari dalam bangunan itu.

' Kenapa ada bau anyir di dalam sini ya? ' tanyaku dalam hati.

entah ada apa. tiba - tiba aku berhenti didepan kamar dengan pintu berwarna merah marun. warna pintu itu paling berbeda dari pintu - pintu lainya. entah mengapa hatiku berkata aku harus masuk ke kamar itu. akhirnya aku menurut saja pada hatiku. kuberanikan diri memasuki kamar itu. aku terkejut bukan main saat memasuki kamar itu.


mau tahua ada apa dengan kamar itu? ikuti begian selanjutnya.
tetap di........

SHITA