Minggu, 10 Mei 2009

my ShikaTema Fic

Normal POV

Hari ini aku akan berangkat ke Konoha untuk melaksanakan misi menjadi Pembina calon Shinobi Genin yang akan masuk ke tahap Chunnin.

Gerbang Konoha pukul 13.00..

“Hay, Shika. Apa kabar? “ ucapku begitu memasuki Desa Konoha.

“Baik. Eh, kamu ke kantor Hokage dulu. Aku ada janji sama seseorang, “ jawabnya dan langsung meninggalkanku.

Karena penasaran aku membuntutinya, ternyata dia ada janji dengan si kucir kuda itu,

Siapa namanya…

Yang punya toko bunga itu loh..

Ya, Yamanaka Ino.

Si kemayu itu.

Dan Shika terlihat sangat mesra bersama Ino.

Hatiku sedang terbakar amarah rasa cemburu.

#*#*#*

Kupercaya suatu hari nanti
aku akan merebut hatimu

walau harus menunggu sampai ku tak mampu
Menunggumu lagi…

#*#*#*

langsung aku ke kantor Hokage.

Sesampainya di kantor Hokage..

“Loh, Shikamaru-nya mana? Saya tadi menyuruh dia untuk menemanimu kok dianya nggak ada? “ Tanya Hokage begitu aku memasuki kantornya.

Aku tak boleh member tahu siapapun tentang hal tadi.

“Dia katanya ada hal yang perlu ia laksanakan dahulu. Maka dari itu, dia meminta saya duluan ke sini. Nanti katanya dia akan menyusul, “ jawabku berbohong.

“Oh, ya sudah. Sepertinya anda akan langsung ke gedung Akademi saja. Biarlah nanti Shikamaru menyusulmu, “ kata Hokage lagi.

Aku hanya mengangguk. Lalu ku langkahkan kakiku menuju Akademi.

Sore hari..

Setelah mangajar tanpa di temani Shikamaru yang ternyata nggak datang. Karena lapar, karena dari siang belum makan. Aku mampir ke Yakiniku Q.

Dan ternyata..

Disana lagi ada Shika dan si kuncir kuda lagi makan sambil suap – suapan.

Aku tak memedulikanya. Setelah memesan makanan aku pulang menuju Hotel. Pemandangan tadi membuatku ingin segera pergi dari tempat tadi. Untung njualinya cepat.

Demi perempuan tadi, si kucir kuda. Dia nggak kerja nemenin aku. Aku bilangin aja ke Hokage biar gajinya di potong.

Walau di hatiku masih ada rasa itu, rasa Cinta itu. Tapi, aku tak tahu apakah di hatinya masih ada rasa yang sama. Tapi, sampai kapanpun aku akan menunggu perasaanya kembali. Karena aku yakin perasaanku takkan berubah.

#*#*#*

Serpihan hati ini kupeluk erat
Akan kubawa sampai kumati
Memendam rasa ini sendirian
Ku tak tau mengapa
Aku tak bisa melupakanmu…

#*#*#*

Esoknya..

Agar tak ke dahuluan si kucir kuda itu, ku langsung menuju tempat favorite Shika.

“Shika,” kataku.

“Mau apa lagi kamu? Bilangin Hokage aku nggak mau kerja sama kamu lagi, “ ujarnya.

Lalu, kami terdiam lama.

“Di matamu, aku ini apa? “ tanyaku kemudian.

“Di mataku, kamu tu nggak bermakna, “ jawabnya.

Lalu, aku lari sambil menahan air mata. Tapi, mungkin aku sudah menangis. Dan sepertinya aku dengar dia mengucapkan sesuatu.

“Dasar cengeng, “ katanya.

#*#*#*

Di matamu aku tak bermakna
Tak punyai arti apa-apa
Kau hanya inginkanku saat kau perlu
Tak pernah berubah..

#*#*#*

Lalu, aku ke Akademi untuk mengajar..

Tanpa sengaja salah satu Genin dari klan Hyuuga men-Juyken ku. (a/n : anaknya Neji sama Tenten).

Karena tak tahu serangan tadi, aku langsung roboh. Seketika aku langsung di bawa ke rumah sakit.

Neji dan Tenten yang mengetahui perbuatan anaknya itu, langsung datang dan meminta maaf. Akupun memaafkan mereka. Toh, anaknya nggak sengaja. Tapi, Shikamaru yang mengetahui akan hal ini saja tidak menjengukku.

Tiba – tiba dokter masuk.

“Gawat Temari. Juyken yang diberikan Hyuuga Chinna adalah juyken yang memutuskan 300 aliran darah anda. Jadi, akan sangat sulit untuk anda agar kembali ke semula dan kemungkinan terburuknya anda mungkin tak dapat hidup kembali, “ kata dokter setelah memeriksaku.

Lalu, kemudian dokter itu keluar dari kamarku..

#*#*#*

Kadang ingin kutinggalkan semua
Letih hati menahan dusta
Diatas pedih ini aku sendiri
Selalu sendiri…

#*#*#*

Esoknya..

Ternyata benar kata dokter aku takkan hidup lebih lama lagi.

Ya, aku menghembuskan nafas terakhir ku pada jam 8 pagi. Lalu, keluargaku di beri tahu tentang ini. Gaara dan Kankuro meminta agar jasadku di makamkan di Suna. Tapi, mereka melihat 2 surat yang aku tulis sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Isinya..

#*#*#*

Surat pertama

Untuk Gaara dan Kankuro..

Jadilah anak yang baik.

Gaara jadilah pemimpin yang bijaksana. Jadilah yang terbaik untuk Matsuri. Gaara, kakak tahu kamu tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Walaupun kakak udah pergi kamu tetap harus menjadi yang terbaik. Karena kita semua percaya padamu bahwa kamu dapat menjadi pemimpin. Buat desa Suna maju ya. Jangan mau kalah sama desa Konoha. Karena kakak yakin Suna bisa mejadi desa yang lebih baik lagi.

Kankuro adikku yang lucu dan suka ngambil kosmetik kakak. Kakak juga percaya kamu bisa mengangkat Suna menjadi lebih baik lagi. Belajar lebih rajin lagi ya. Kakak percaya kamu bisa menjadi yang terbaik. Jangan nakal dan suka berantem lagi sama Gaara ya. Kalian akan menjadi saudara yang unik. Kakak percaya itu. Bantu Gaara dalam urusan Negara ya. Walau kakak udah nggak ada. Tapi, kakak akan selalu menyayangi kalian smapi kapanpu. Kalian adalah adik terbaik untuk kakak. Berbuat baik selalu ya..

Gaara dan Kankuro, kakak punya satu permintaan.

Tolong kuburkan kakak di desa Konoha saja ya.

Kakak mencintai desa ini.

Tapi, bukan berarti kakak tidak suka desa Suna. Tapi, kakak ingin berada di desa Konoha.

Tolong ya..

Dari,

Sabaku No Temari ( kakak yang paling cantik ).

Ps: surat kedua tolong berikan ke Shikamaru Nara saat aku sudah di kuburkan.

#*#*#*

Setelah itu, aku di kuburkan di pemakaman umum Shinobi Konoha.

Tentu saja Setelah meminta izin kepda Hokage untuk menguburkan aku yNg bukan Shinobi Konoha di pemakaman umum Shinobi Konoha.

Setelah aku di kuburkan Gaara dan Kankuro menyerahkan surat ke-2 ku kepada Shikamaru di kediaman Nara.

Isinya

#*#*#*

Surat kedua

Dear Shikamaru Nara

Seseorang yag selalu ada di hatiku.

Aihiteru 4ever

Semoga kamu dapat behadia dengan Ino untuk selamanya.

From,

Sabaku No Temari

#*#*#*

Setelah membaca surat itu, dia lari menuju kuburanku.

Sesampainya di makamku.

“Temari, bangun. Ini semua salahku. Aku tak dapat melihat senyummu untuk terakhir kalinya. Maafin aku, aku hanya bisa bahagia. Ino hanya memanfaatkanku untuk laki – laki itu. Maafin aku Temari, “ jerit Shikamaru memecahkan keheningan di pemakaman itu.

Tapi, aku tak dapat bengun lagi. Walau aku sudah memaafkanya.

Karena selamanya dia selalu ada untukku..

#*#*#*

Dimatamu aku tak bermakna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thank you